Refleksi pada Perjalanan Hidup: Puisi ini dimulai dengan penuturan tentang hari Senin pagi ketika matahari rohani terbit. Hal ini menciptakan suasana awal yang merujuk pada awal pekan, awal dari satu periode baru dalam hidup. Penulis mencerminkan tahun-tahun umurnya yang telah berlalu dan perjalanan hidupnya hingga saat ini. Semilir angin di pagi hari dan sejuk nya udara pagi memulai aktifitas di hari ini. Walaupun program pemerintah WFH(Work From Home) tidak menyurutkan ku untuk mengerjakan pekerjaan yang dapat di kerjakan hari ini. Membersihkan pekarangan rumah sampai memanfaatkan sisa tanah untuk bertanam-tanaman. Analisis Intrinsik Puisi "Menyesal". 1. MENYESAL Karya : Ali Hasjimi Pagiku hilang sudah melang Hari mudahku sudah pergi Kini petang datang membanyang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah dimasa muda Kini hidup meracau hati Miskin ilmu miskin harta Ah, apa nguna kusesalkan Menyesal tua tiada berguna Hanya menambah luka Puisi 2: Pena Sang Guru. oleh: Mesdiana S.Pd. Pena guruku Tak pernah bosan menari-nari di diriku Menuliskan banyak warna di jiwaku Coretan lembut, hangat menyentuh kalbuku. Pena guruku hebat Karena penanya aku tak telat Tugas-tugasku tak lambat Walau panas matahari menyengat hingga hujan lebat 15. Judul puisi berikut yang menggambarkan keindahan alam adalah . . . . a. Pahlawan Tak Dikenal b. Gajah Mada c. Nyanyian Pagi Anak Jalanan. d. Senja di Pantai Kuta e. Indonesia Kemarau. 16. Penggalan puisi berikut ini yang menggambarkan tema religi adalah . . . . a. Hidup seperti mimpi. Laku lakon di layar trekelar. Aku pemimpi lagi menari Memuji kebesaran Allah, Tuhan yang maha Tinggi. Tuhan yang Maha Agung. Keindahan suasana subuh telah menyadarkan aku betapa pentingnya mendirikan sholat di waktu subuh. Membaca Al-Qur'an di pagi hari dan membuatku semakin dekat dengan pemilik alam semesta yang sangat indah ini. Mengucapkan terima kasih kepada Allah karena telah dipanjangkan .

puisi tentang suasana pagi hari